BERITA TERKINI :
Ahlan wa Sahlan.....Selamat Datang di portal resmi kami. Ayo berinfaq untuk Muslim Palestina dan Pembebasan Al-Aqsha...

Diberdayakan oleh Blogger.

Berita Terakhir

Arab Saudi Gratiskan Biaya Haji 1000 Kerabat Syuhada Palestina

Jamaah haji di Makkah. Foto: Dokumentasi MEMO
Jamaah haji di Makkah. Foto: Dokumentasi MEMO
LONDON, Rabu (Middle East Monitor): Quds Press memberitakan, Raja Saudi Salman bin Abdulaziz memberikan hadiah kepada 1.000 kerabat syuhada Palestina untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini. Menteri Waqaf Saudi, yang mengawasi haji, mengatakan warga Palestina layak mendapatkan “penghargaan dan penghormatan” karena “pengorbanan besar dan perjuangan mereka untuk melindungi Baitul Maqdis dan Palestina.” Ia menegaskan bahwa Palestina merupakan sebuah negara Arab dan Islam, karena itulah penting bagi Arab Saudi untuk melayani Palestina dan rakyatnya. “Itulah mengapa raja memerintahkan pemberian hadiah kepada kerabat para syuhada Palestina,” katanya.* 
(Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Berkurban di Palestina, Kenapa Tidak?

senyum-kambing
Kurban adalah penyembelihan hewan tertentu. Seperti unta, sapi, kerbau dan kambing dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengharapkan ridho dari-Nya yang dilakukan pada waktu tertentu yaitu setelah sholat Idul Adha dan hari hari Tasyrik (11,12,13 Hijriyah). Kurban merupakan perintah Allah yang wajib bagi yang mampu, sebagaimana firman-Nya, Artinya : “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni’mat karunia yang sangat banyak. Maka sholatlah karena tuhanmu dan berkurbanlah. Sungguh orang yang membencimu akan terputus (dari rahmat Allah SWT”. QS. Al-Kausar.
Tentang keutamaan berkurban, Rasulullah menjelaskan: “Tidak ada satu perbuatan yang dilakukan manusia pada hari nahr (hari raya idul adha) yang lebih dicintai oleh Allah SWT daripada penyembelihan hewan kurban, sungguh kurban itu akan hadir pada hari kiamat lengkap dengan tanduk, kuku dan bulunya. Dan sungguh darahya telah sampai kepada Allah Azza wa Jalla sebelum darah itu menyentuh tanah, maka berbahagialah dengan sembelihan kalian”  HR. Al-Hakim, ibnu Majah dan Turmudzi.

Ibadah kurban tidak dibatasi oleh ruang dan tempat, kurban bisa dilakukan dimana saja. Dikampung halaman sendiri atau di negeri yang jauh pun tidak ada halangan dalam berkurban. Tinggal kita mantapkan niat ikhlas lillahi ta’ala, bismillah kita berkurban.
Namun jika kita melihat dari sisi kemanfaatan, maka ada kondisi-kondisi sosial kemanusiaan tertentu yang layak mendapatkan perhatian lebih. Bencana dan konflik seringkali menyebabkan penderitaan dan kemiskinan yang berkepanjangan. Kurban sebagai salah satu ibadah yang kental dimensi sosial bisa dioptimalkan untuk meringankan beban derita yang mereka alami.
 
Palestina, Negeri Terjajah dan Paling Menderita
  mengirim_kambing_dari_mesir_ke_gaza_di_terowongan_bawah_tanah_663_382
 
Fakta bahwa bangsa Palestina hingga saat ini masih hidup di bawah kekerasan dan kedzaliman adalah suatu yang tak terbantahkan. Sejak tahun 1948 Palestina resmi dijajah Zionis Israel. 750 ribu rakyat Palestina menjadi bangsa pelarian yang terlunta-lunta. Mayoritas mereka mengungsi ke negara-negara tetangganya Lebanon, Suriah, Jordania dan Mesir. Fakta menunjukkan bahwa para pengungsi Palestina adalah prosentasi pengungsi terbesar di dunia jika dibandingkan dengan jumlah penduduknya.

Dipengungsian nasib mereka tidak jelas. Para pengungsi Palestina bahkan sudah beranak cucu, jumlah mereka lebih dari 5 juta orang. Sebagian masih menempati kemah-kemah yang tidak layak huni. Oleh karena itu melakukan ibadah kurban di tanah-tanah pengungsian yang dihuni bangsa Palestina itu merupakan sebuah ibadah mulia karena dapat meringankan sebagian beban hidup mereka dan menebar rasa kasih sayang dari jutaan pengungsi yang menderita itu.

Palestina, Tragedi Kemanusiaan Paling Mengenaskan
 
 qurban di gaza
Kejahatan Zionis Israel yang dilakukan terhadap bangsa Palestina tidak pernah berhenti hingga hari ini. Penistaan rumah ibadah terutama masjid Al Aqsa, pembunuhan, pemenjaraan, pengusiran, blokade, penggusuran tanah dan rumah dan sederet kedzaliman lainnya terus ditimpakan kepada bangsa Palestina.

Yang masih lekat diingatan kita, agresi besar-besaran yang dilakukan Zionis pada tahun 2014 di Jalur Gaza menyisakan penderitaan yang tidak kunjung selesai; puluhan ribu rumah warga masih hancur, ribuan anak-anak dan fakir miskin tersebar di Jalur Gaza menempati barak-barak kumuh yang tidak layak huni. 40% warga Jalur Gaza saat ini terpaksa menganggur. Kerusakan akibat penyerangan-penyerangan militer ini semakin  diperparah dengan blokade ketat yang ditimpakan Israel dan kebijakan penutupan perlintasan Rafah Mesir yang kurang berpihak bagi kemaslahatan rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Dalam angka, agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza tahun 2014 masih menyisakan luka yang dalam; korban meninggal dunia 2.147 diantaranya 530 anak-anak, 302 perempuan, 23 perawat, 16 wartawan, 11 dari  pegawai PBB (UNRWA), korban luka-luka 10.870 antara lain 3.303 anak-anak, 2.101 perempuan. Pengeboman biadab Israel, antara lain, 8.210 pengeboman roket, 15.736 pengeboman dari laut, 36.718 pengeboman darat. Sehingga menyebabkan kerusakan tempat tinggal, terdiri atas 17.132 hancur, 2.465 diantaranya hancur total, 14.667 hancur sebagian. Belum lagi kerusakan infrastruktur lainnya seperti kantor-kantor pelayanan umum; rumah sakit, sekolah, pabrik-pabrik dan lainnya.

Maka berkurban di Jalur Gaza merupakan sebuah amal saleh dan usaha terpuji. Bangsa Palestina adalah bangsa yang paling menderita oleh karena itu membantu mereka dengan berkurban di sana selain sebagai bentuk menyambut seruan Allah pada saat yang sama juga kita membantu saudara-saudara muslim yang hidup dalam kondisi serba sulit dan menderita karena kedzaliman dan penyengsaraan yang massif. Alhamdulillah, Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) 2 kali telah melakukan proyek Kurban for Palestina.

Berkurban di Palestina tidak mesti di Jalur Gaza dan Al-Quds hal itu karena sebaran pengungsi Palestina di luar jauh lebih banyak jika dibandingkan di tanah pendudukan tahun 1948 maupun di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Bantuan atau kurban bisa dilakukan di Lebanon, Suriah, Jordania, Mesir bahkan di Turki yang terdapat banyak pengungsi Palestina. Sebagian mereka masih tinggal di tenda-tenda dan kamp-kamp pengungsi yang menyedihkan sebagaimana tinjauan Tim KNRP ke Lebanon, Jordania, Mesir dan Turki ketika memberikan bantuan pada tahun 2014 dan Juli 2015 lalu.

Penulis: Dr. Muqoddam Cholil, MA* *) Penulis adalah Salah Satu Pakar Dunia Islam dan Palestina dari KNRP

Masjid Al Aqsha (Telah) Dibagi, Masih Adakah Yang Peduli?

shalat jumat di Al Aqsha
Gema takbir itu terus menggemuruh di dada para murabithun. Menentang kesewenangan tirani zionis tanpa henti dengan modal tekad, keyakinan dan kemuliaan Al-Aqsha yang harus terus terjaga. Jumlah mereka tidak banyak, setidaknya ada 20-an orang selalu terlihat di garda terdepan menentang zionis Israel yang kerap masuk bergerombol, lengkap dengan penjagaan yang ketat dari pihak keamanan Israel.

Kebanyakan mereka dari kalangan wanita yang sudah berkeluarga. Kisaran umurnya pun cukup beragam, 35 tahun hingga menjelang 45 tahun. Bahkan mereka juga membawa serta anak-anak remaja mereka. Mereka ingin menanamkan, Al-Aqsha adalah kiblat pertama umat Islam. Al-Aqsha bukan milik warga Al-Quds, bukan milik bangsa Palestina semata. Namun Al-Aqsha adalah milik segenap umat Islam di belahan bumi manapun. Begitu juga dengan tanggung jawab pemeliharaannya, terbebankan juga di pundak segenap umat Islam.

Kelompok kecil yang terus tanpa lelah meneriaki kezaliman Israel ini dikenal dengan istilah murabithun dan murabithat. Mereka adalah para penjaga, juga sekaligus sebagai abdi dalem Masjid Al-Aqsha yang hanya berharap pahala dari Allah SWT. Secara sukarela mereka datang ke Al-Aqsha, dari pukul 7.30 pagi hingga kadang pukul 17.00, rutin setiap hari. Dalam keadaan normal bila tidak ada larangan masuk dari pihak Israel, mereka biasa melakukan ibadah, pengajaran berbagai disiplin ilmu agama termasuk melakukan kegiatan sosial lainnya.

Saat warga Israel, terutama dari kelompok ekstrimis Yahudi yang sengaja melakukan penyerbuan dan pendudukkan terhadap Al-Aqsha, dengan pengawalan ketat polisi Israel. Para pemukim Yahudi yang melakukan penistaan kepada kiblat pertama umat islam ini, selalu beralasan untuk melakukan ritual keagamaan mereka, namun sayang kenapa di Al-Aqsha?. Di mata Zionis Israel, upaya ini bukan kemarin sore, namun ini merupakan bagian strategi atau upaya menggiring opini dunia, Al-Aqsha adalah bagian dari zionis Israel.
Ada dua strategi yang mereka pakai untuk menggiring opini dunia dengan cara membagi Al-Aqsha secara waktu dan tempat. Pertama, pembagian Masjid Al Aqsha secara waktu (at taqsim az zamany), membagi waktu tertentu untuk ibadah Yahudi dan di waktu yg lain untuk ibadah kaum Muslimin. Pemerintah Israel telah menerapkan kebijakan ini dengan cara melarang kaum Muslimin memasuki Masjid Al-Aqsha di waktu pagi dan mengkhususkannya untuk ibadah orang-orang Yahudi.

Sedangkan kedua, pembagian Al-Aqsha secara tempat (at taqsim al makany), mereka mengkhususkan sebagian area Masjid Al Aqsha untuk membangun sinagog Yahudi, sebagai tahap awal mendirikan Salomon Temple palsu. Hal ini telah dimulai akhir-akhir ini oleh pemerintah Israel dengan merampas sebagian wilayah pemakaman Ar-Rahmah yang berdempetan dengan Masjid Al-Aqsha. Strategi ini sebagai tahap awal untuk membuka gerbang yang menyambungkan ke area timur Al-Aqsha, lokasi dimana nantinya akan dibangun sinagog.

Akibat dari Program pembagian ini, hingga Rabu (9/9/2015) sudah masuk hari ke-15 Israel melarang para murabithah masuk ke Al-Aqsha. “Al-Aqsha dalam bahaya. Demi Allah, kelak kita ditanya Allah tentang ini,” kata Ummu Mahmud, salah seorang murabithah. Di tangan mereka tak ada yang tersisa. Selain teriakan, takbir, penolakan, melawan dengan tangan kosong, hanya itu. “Sekali lagi, kelak kita pasti ditanya Allah!,” ujarnya.
Adakah kita masih punya semangat sekedar mengingat Al-Aqsha? Umar bin Khattab mengajarkan kita, Bait Al Maqdis adalah amanah sepanjang zaman, maka dari Yarmouk ia memulai. Sultan Nuruddin Zangki, tidak dapat tidur nyenyak dan tidak dapat makan enak, di setiap sudut pikirannya, Al-Quds. “Bagaimana aku tersenyum, sementara Al-Quds terjajah.”
Sultan Salahuddin, delapan tahun tanpa henti sadarkan ummat, Al Quds harus dikembalikan ke pangkuan ummat Islam. Maka di Hittin pembuktiannya. Jumat 21 Agustus 2015 bertepatan dengan 21 Agustus 1969 silam, Al Aqsha dibakar ekstrimis Yahudi. Adakah kita sempat mengingatnya?

Bahkan, sampai hari ini, Al-Aqsha masik ditutup untuk umat islam terutama bagi para murabithah. Kenapa kita masih menutup mata? Langit sudah marah dengan mengirim badai pasir ke kota Al-Quds. Adakah kita masih semangat memburu keberkahan Allah dari Tanah dan Tempat Suci yang diberkahi?

Kita patut khawatir tidak merasakan keberkahan itu, atau bahkan sudah dicabut Allah, karena ketidak pedulian kita terhadap Al-Aqsha. Padahal keberkahan itu terus melekat dan tidak pernah dicabut Allah dari Al-Aqsha. Bukankah surat Al-Isra’ yang selalu kita baca mengingatkan kita?

Azhar Suhaimi, Lc
Kepala Biro Kajian dan Informasi KNRP Pusat

Imam Masjid Al-Aqsa Ceritakan Detil Peristiwa Pembakaran Al-Aqsha 47 Tahun Silam

WhatsApp-Image-20160615 (1)
Al-Quds – “Saat itu aku masih menggunakan pakaian yang masih penuh dengan asap dan debu akibat kebakaran yang menimpa al-Aqsha. Aku tidak dapat melupakan saat-saat yang memilukan. Aku menjadi saksi bagaimana lidah api membakar Masjid Al-Aqsha 47 tahun silam”, kenang Imam Masjid Al-Aqsa Ikrimah Shabri menceritakan peristiwa tak terlupakan tersebut.

“Allah menakdirkan saya termasuk salah satu dari jama’ah yang berupaya memadamkan kebakaran Masjid Al-Aqsha tahun 1969 lampau. Perlu saya sebutkan kebakaran tersebut pernah dan masih terjadi. Ini merupakan alarm bagi kaum muslimin bahwa Al-Aqsha masih dalam bahaya.”

Shabri mengatakan, sebagaimana yang lainya ia juga merasa terpukul dengan kejadian ini. Tinggal dekat dengan Masjid Al-Aqsha, saat  ia mendengar suara adzan dan ketika berita kebakaran masjid ini menyebar. Beberapa saat kemudian ratusan orang bersegera menuju Al-Aqsha dengan membawa air dan tanah untuk memadamkan api dan dengan berbagai alat sederhana untuk memadamkan kebakaran. Sebagian yang lainya bertakbir dan bertahlil dan yang lainya hanya bisa menangis.

Ikrimah Shabri yang saat itu menjabat sebagai kepala sekolah menengah Al-Aqsha menuturkan, saat Jemaah shalat selesai menunaikan shalat Shubuh dan dhuha di dalam Masjid Al-Aqsha. Mereka kembali ke rumahnya masing-masing. Namun sekitar jam 6:45 menit, Michael Denis Rohan kembali menyerang masjid, ditasnya berisi bahan-bahan peledak kemudian menuangkanya di sejumlah pelosok masjid Kiblati, sesaat sebelum lidah api menghabisi mimbar masjid.

Sekitar jam 7 kami kembali ke Masjid Al-Aqsha, kemudian membentuk rantai manusia untuk memindahkan tanah dan air untuk memadamkan air, selain untuk menjamin tidak terjadi lagi kebakaran. Ia menjelaskan, api menyala di bagian timur, atap kuno bagian lama yang terbuat dari kayu dan bambu sudah menyala dengan cepat. Adapun bagian barat, atapnya terbuat dari semen.
Pihak tentara Zionis mulai membuat opini umum dengan mengatakan, kebakaran akibat aliran listrik. Sebelumnya bahkan mereka menahan datangnya mobil pemadam kebakaran dari sejumlah kota di Tepi Barat. Upaya pemadaman api dilakukan dengan tangan hingga jam 12 siang. Kemudian datanglah mobil pemadam kebakaran dan meneruskanya hingga jam 4 sore. Sejumlah mobil pemadam kebakaran datang dari berbagai kota seperti Al-Quds. Al-Birah, Ramallah, Bet Jala, Betlehem, Bet Sahur dan Hebron.

Shabri menambahkan, kami sangat sedih dan dulu kami katakan, Al-Aqsha dalam bahaya dan hari ini kami katakan, Al-Aqsha dalam kondisi sangat berbahaya. Ini semua seharusnya tanggung jawab  Zionis dan pemerintahanya. Pihak gereja mendukung kelompok radikalis Zionis. Mereka minta agar Al-Aqsha dihancurkan dan segera dibangun kuil dibawah reruntuhanya.

Pada saat ini wajib hukumnya bagi kaum muslimin dan Arab untuk bekerja melindungi Masjid Al-Aqsha. Ia juga menyerukan Negara-negara Arab dan Islam menyatukan upayanya terhadap Al-Aqsha. Pemerintah Zionis telah merancanakan dan mengatur semua penodaan ini, dengan keputusan resmi dari pemerintah.

Disebutkan, Israel berani menganggu Masjid Al-Aqsha dan Al-Quds karena kondisi bangsa Arab dan Regional membantunya untuk merealisasikan rencananya tersebut, baik secara langsung maupun tidak. Pasukan Zionis berusaha menguasai Al-Aqsha dengan menghalangi jama’ah shalat dan para penjaganya memasuki masjid.

Shabri menegaskan, pentingnya mengikut sertakan warga AL-Quds dan wilayah jajahan dalam penjagaan masjid Al-Aqsha. Sementara dunia Arab dan Islam bertanggung jawab melindungi Al-Aqsha, bukan hanya bagi warga Al-Quds. (mk/knrp)
Sumber: infopalestina.com

Program Qurban Berkah Bentuk Kepedulian Indonesia Pada Palestina


WhatsApp Image 2016-08-30 at 17.51.02
Jakarta – Ketua Umum Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Suripto, tegaskan program yang dicanangkan KNRP yakni Qurban Berkah sebagai bentuk penguatan kepedulian, dukungan dan bantuan dari Indonesia untuk rakyat Palestina. Hal itu disampaikan kepada pengurus KNRP yang berasal dari Kalimantan Timur, Bengkulu, Kalimantan Utara, dan Jawa Barat di Kantor KNRP Ragunan Jakarta Selatan, pada Selasa(30/8/2016).

“Bagaimana rakyat Palestina yang tersebar dimana-mana (di luar Palestina) merasakan kebahagian karena kepedulian kita,” kata Suripto yang didampingi Ketua Harian Caca Cahayaningrat.

Disamping itu KNRP, lanjut pria yang sudah beberapa kali ke Jalur Gaza ini, ingin menyampaikan paradigma baru tentang qurban dari sisi sentuhan emosional. Qurban Berkah merupakan program besar yang tidak dapat diukur dengan angka, karena beban pertanggungjawaban emosional. KNRP pun terus memberikan perhatian dan donasi yang lebih besar untuk rakyat Palestina. Dan pertanggungjawaban publik di tanah air, yaitu menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga dan program serta agenda aksi KNRP.

“Bagaimana kita menghimpun, bagaimana menumbuhkan jaringan baru, serta bagaimana otak kita selalu diselimuti dengan perasaan untuk memaksimalkan capaian qurban untuk Palestina,” tambah Suriptomengarahkan.

Kedepan KNRP berupaya semaksimal mungkin menjalankan program kemanusiaan untuk Palestina, terutama mengoptimalkan media massa yang dikemas secara baik, agar masyarakat tahu agenda aksi KNRP lebih massif. Selanjutnya KNRP berupaya terus memperluas dan membangung jaringan baru lagi.

“Di luar banyak yang dapat kita garap, kita harus buktikan rakyat Indonesia dapat menyukseskan agenda ini untuk Palestina, sampai kemerdekaan dapat dirasakan oleh segenap bangsa Palestina,” tutup Suripto. (yp/knrp)

Gembong Zionis Bela Serdadu yang Bunuhi Warga Palestina di Jalanan


Pasukan Zionis mengevakuasi jenazah Abdel Fattah Al-Sharif. Pemuda Palestina itu dieksekusi oleh serdadu ‘Israel’ saat tergeletak tak berdaya di tanah dan dalam keadaan penuh luka, di kota Al-Khalil Tepi Barat terjajah pada 24 Maret 2016.
Pasukan Zionis mengevakuasi jenazah Abdel Fattah Al-Sharif. Pemuda Palestina itu dieksekusi oleh 
serdadu ‘Israel’ saat tergeletak tak berdaya di tanah dan dalam keadaan penuh luka, di kota Al-Khalil Tepi Barat terjajah pada 24 Maret 2016.

LONDON, Rabu (Middle East Monitor): Kantor berita Anadolu memberitakan, Menteri Pertahanan ‘Israel’ Avigdor Lieberman membela dua serdadu Zionis yang dengan tak dapat dibenarkan membunuh warga Palestina. Saat melakukan kunjungan ke Negev, dekat perbatasan Jalur Gaza, Lieberman mengatakan: “Mustahil bagi para serdadu yang melawan teror setiap hari untuk tetap didampingi para pengacara untuk membela mereka.” Ia melanjutkan, “Dua serdadu yang dituduh membunuh warga Palestina di Al-Khalil dan lainnya di Silwad tidak bersalah hingga mereka terbukti bersalah.”

Gembong teroris itu mengungkapkan bahwa hanya pengadilan yang bisa memutuskan mereka bersalah atau tidak. Komentar Lieberman itu terkait serdadu yang membunuh warga Palestina yang tergeletak penuh luka di tanah dari jarak sangat dekat di Al-Khalil, dan pembunuhan warga sipil tak bersenjata lainnya di Silwad pada Jumat lalu. Menurut radio ‘Israel’, serdadu dalam kasus pembunuhan warga Palestina di Silwad menghadapi dakwaan pembunuhan tak disengaja. Sebelumnya, Lieberman juga membela serdadu ‘Israel’ yang membunuh warga Palestina yang tidak bergerak dan berlumuran darah di Al-Khalil.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Syaikh Sabri: ‘Proyek Kereta Gantung di Dekat Masjidil Aqsha Berbahaya’


Foto: PIC
Foto: PIC

BAITUL MAQDIS TERJAJAH, Senin (PIC): Ketua komisi tertinggi Islam di kota suci, Syaikh Ikrima Sabri, memperingatkan agar waspada terhadap rencana penjajah Zionis membangun jalur kereta gantung di sekitar Kota Tua Baitul Maqdis dan situs-situs waqaf Islam di dekat Masjidil Aqsha. Menurut Syaikh Sabri, proyek tersebut merupakan salah satu rencana yang bertujuan memaksakan karakter Yahudi di kota Baitul Maqdis terjajah dan menghapuskan peninggalan Islam di sana. Seperti penghapusan terhadap tanah-tanah waqaf yang dikenal dengan ‘Salawdaha’.
Syaikh Sabri juga menyatakan, penjajah Zionis hendak mengubah karakter Islam di seluruh area bagian selatan Masjidil Aqsha. “Pernyataan yang dibuat oleh kepala pemerintah kota (Nir Barkat) jelas. Ia ingin menegaskan siapa yang memiliki kekuasaan atas kota Baitul Maqdis dan membicarakan tentang Masjidil Aqsha, serta situs-situs waqaf Islam. Siapapun tahu bahwa Baitul Maqdis, berdasarkan hukum internasional, merupakan kota terjajah dan penjajah tidak memiliki hak untuk mengubah landmark kota dan merusak tempat-tempat sucinya,” kata tokoh agama Palestina itu. “Proyek ini ilegal dan harus dihentikan. Kami tidak akan pernah menerima perubahan atau langkah apapun yang akan diambil oleh otoritas penjajah di kota Baitul Maqdis,” tambahnya.
Baru-baru ini, Barkat mengatakan bahwa, “Ikatan Yahudi dengan Baitul Maqdis tidak pernah bisa dilepaskan.” Barkat juga menegaskan bahwa proyek kereta gantung tak hanya bermanfaat untuk sektor ekonomi dan keperluan pariwisata, tapi juga tujuan-tujuan ideologis. Program kereta gantung Baitul Maqdis itu akan meliputi halte di kawasan warga Palestina, Silwan, sehingga para penumpang akan “mengerti siapa yang sebenarnya memiliki kota ini,” kata Barkat baru-baru ini.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)

Inilah Alasan Mengapa Harga Hewan Qurban di Palestina Lebih Tinggi

Nablus – Keji dan kejam. Rasanya lengkap sudah kejahatan Penjajah israel dalam usaha menghabisi ketegaran warga Palestina di tanah air mereka. Beberapa tahun terakhir, penjajah israel menempuh politik penyitaan hewan ternak dan alat pertanian milik warga Palestina sebagai bentuk sanksi massal.

Untuk membebaskan kembali barang dan hewan ternak yang disita, pemerintah penjajah Penjajah israel menerapkan syarat yang tidak mungkin dipenuhi warga Palestina. Mereka membatasi waktu pengembalian dengan syarat dan jika melewati batas, hewan ternak dan alat itu akan dilelang di pasar.

Q4P20150928230556_AlQuds6

Kerugian Yang Besar

Wilayah Aghwar merupakan wilayah paling banyak dirugikan akibat politik rasis Penjajah israel ini. Ratusan binatang ternak dengan berbagai jenisnya dan alat pertanian disita. Peternak Palestina pun ditimpa kerugian besar.

Ketua Dewan Desa di Wadi Malih di wilayah Aghwar, Arif Daragimah yang menegaskan, pemerintah penjajah penjajah israel memulai politik keji ini sejak 4 tahun lalu. Terkadang penjajah israel beralasan ternak mereka masuk ke wilayah militer penjajah israel atau ke wilayah zona “hijau” yang biasa digunakan penjajah israel sebagai wilayah latihan militer.

Daragimah mengungkap, selama tiga tahun terakhir penjajah israel sudah menyita dan merampas 80 sapi, 25 keledai, dan 100 ekor kambing, 30 traktor pertanian, dan 11 kendaraan pengangkut di Desa Wadi Malih serta 30 pengakut air.


Denda Tinggi

Karena penjajah israel menerapkan denda tinggi agar barang-barang dan ternak yang disita dikembalikan, sebagian besar warga akhirnya tidak mau berusaha agar hak mereka kembali. Misalnya, denda mengembalikan keledai adalah 2000 shekel atau sekitar Rp 7 juta. Ini cukup tinggi bagi warga miskin.

Daragimah sendiri pernah menjadi korban. Sapinya disita penjajah israel dan dituntut pengadilan penjajah israel denda sebesar 4000 shekel atau sekitar Rp 14 juta, jika ingin mengembalikan. Warga yang sekampung tidak jauh beda. Pihak penjajah israel sering mengumumkan lelang binatang ternak atau alat pertanian.

Dan inilah salah satunya, yang menyebabkan hewan ternak untuk keperluan menjadi tinggi di tanah Palestina.

Q4P20150928230623_Gaza1

Otoritas Palestina Yang Abai

Sayangnya, menurut Daragimah, pihak Otoritas Palestina atau lembaga hukum tak pernah menempuh langkah hukum untuk menghentikan prosedur kejam penjajah israel ini dan mengembalikan hak warga Palestina yang terampas.

Muhammad Abu Awad, warga wilayah desa Wadi Malih misalnya, alat pengangkut air disita penjajah israel menyatakan, “Kami warga rugi besar namun tak ada yang membela kami. Kalau menempuh jalur hukum, kami harus membayar lawyer dan kemudian denda.”

Eyad Daragimah, warga kampung Der di Aghwar menyatakan, alat pengangkut air juga disita Penjajah israel. “Penjajah israel berusaha mengusir kami dari kampung kami dengan cara menyita ternak dan alat-alat pertanian kami agar kami gak betah di sini. Namun penjajah israel tak tahu betapa besar kecintaan kami kepada tanah air kami. Beberapa tahun lalu, penjajah israel mencuri kambing kami dan saudara kami. Kami tak bisa mengambil kembali karena dendanya tinggi.”

Q4P20150928232652_AlAquds1

Dengan Rantai Manusia Anak-Anak Hadang Penyerbu Al-Aqsha




Al-Quds – Infopalestina: Puluhan anak Al-Quds tadi pagi membuat rantai manusia untuk menghadang serbuan kelompok Zionis ke Al-Aqsha seperti sebuah benteng yang melindungi Al-Aqsha dari penodaan kelompok pemukim Zionis.
Seperti dilaporkan pusat pemantauan pelanggaran Zionis di Al-Quds, Q Press dalam rilisnya menyebutkan, anak-anak Palestina yang ikut dalam program liburan musim panas memebuat rantai manusia yang tujuanya menghadang setiap langkah para pemukim yang akan menodai Al-Aqsha.
Sejak pagi hari Masjid Al-Aqsha dalam kondisi yang tenang, setelah sebelumnya terjadi penyerbuan dari kelompok pemukim Zionis dibawah penjagaan ketat kepolisian dan setelah anak-anak Palestina bersama jama’ah menghadang mereka diiringi dengan takbir, tahmid dan tahlil serta slogan-slogan solidaritas Al-Aqsha.
Anak-anak tersebut berhasil menghadang serbuan pemukim tanpa hambatan dalam tiga hari terakhir. Selama beberapa hari terakhir pemerintah Zionis melarang para wanita memasuki Al-Aqsha. (asy/Infopalestina.com)

TAHAPAN PENYALURAN DONASI





Penyaluran Donasi ke Palestina Tahap I (Kesatu) Periode : 21 Juni s.d. 07 Juli 2014 melalui KNRP Wilayah NTB (Ditambah infaq barang : 1 buah cincin emas dan 1 buah jam tangan) : Rp. 40.082.300
Penyaluran Donasi ke Palestina Tahap II (Kedua) Periode : 08 Juli s.d. 21 Juli 2014 melalui KNRP Wilayah NTB : Rp. 63.000.000
Penyaluran Donasi ke Palestina Tahap III (Ketiga) Periode : 22 Juli s.d. 31 Agustus 2014 melalui KNRP Wilayah NTB : Rp. 20.000.000
Penyaluran Donasi ke Palestina Tahap IV (Keempat) melalui Konser Amal K7K Bima (Opick "Tombo Ati" dan Padly "PADI") : Rp. 535.300.500
Penyaluran Donasi ke Palestina Tahap V (Kelima) Periode : Januari - Juli 2015 melalui KNRP Pusat : Rp. 51.979.200
(Ditambah 1 bh cincin dan 1 bh gelang emas)
Penyaluran Donasi ke Palestina Tahap VI (Keenam) Periode : Agustus 2015 melalui KNRP Wilayah : Rp. 16.000.000
Jumlah Sisa Donasi yang akan disalurkan pada tahap selanjutnya : Rp. 5.337.898

DONASI PER AGUSTUS 2015



JML. DONASI SEMENTARA : Rp. 69.450.200
Per Tanggal : 20 Agustus 2015
1. Hamba Allah : Rp. 260.000 (BNI)
2. Sdri. Saryah : Rp. 1.000.000(BNI)
3. Subur Sukoco Apr-Jul : Rp. 750.000(BNI)
4. Sdr. Aries : Rp. 500.000(BNI)
5. Jamaah Masjid Al-Muwahidin : Rp. 3.117.000
6. Jamaah Masjid An-Nur Rabadompu : Rp. 1.605.000
7. IMTAQ Pegawai Pemkot Bima : Rp. 10.730.500
8. Jamaah Masjid Baitul Hamid : Rp. 1.474.000
9. Jamaah Masjid Al-Ikhlas Polresta : Rp. 450.000
10. Temu Kader & Relawan Palestina : Rp. 2.311.000
11. H. Syamsudin Majid, SE (Aleg PKS) : Rp. 5.000.000
12. Jamaah Masjid Baiturrahman : Rp. 2.168.700
13. Toko Cempaka dan Rumah Makan : Rp. 1.200.000
14. SPMA Bima (Abdul Hamid dkk) : Rp. 400.000
15. Toko Dua Putri : Rp. 1.500.000
16. Tempat Praktek dr. H. Irfan : Rp. 2.580.000
17. Jamaah Masjid Baitul Makmur Nae : Rp. 1.433.000
18. drg. H. Ihsan, MPH sekeluarga : Rp. 5.000.000
19. Hamba Allah (PLN) : Rp. 500.000(BSM)
20. Bpk. Hadi Sentral Muslim : Rp. 2.000.000(BNI)
21. Bpk. Subur Sukoco : Rp. 200.000 (BNI)
22. Bpk. Wangsit Juliadi, S.Pd : Rp. 200.000
23. Bpk. Syafrudin, S.Pd : Rp. 500.000
24. Jamaah Sholat Ied KLK-Jatiwangi : Rp. 1.109.000
25. Jamaah Sholat Ied Manggemaci : Rp. 1.224.000
26. Jamaah Sholat Ied Lap. Pahlawan : Rp. 4.762.000
27. Jamaah Sholat Ied Lap. Merdeka : Rp. 2.960.500
28. Jamaah Sholat Ied SMA 5 Kota Bima : Rp. 263.000
29. Jamaah Sholat Ied SPMA Bima : Rp. 348.000
30. Jamaah Sholat Ied Pemkot Bima : Rp. 3.404.500
31. Hamba Allah (BTN Sadia) : Rp. 10.000.000(BSM-P)
32. Bpk. Subur Sukoco : Rp. 200.000(BNI)
33. Sdr. Aries Yupiter Paradis : Rp. 200.000(BNI)
34. Bpk. Subur Sukoco : Rp. 100.000(BNI)

DONASI PER 31 DESEMBER 2014





JUMLAH DONASI TAHUN 2014 : Rp. 669.070.698

1 . Laporan Donasi Juni 2014 : Rp. 250.000
2 . Laporan Donasi Juli 2014 : Rp. 131.000.198
3 . Laporan Donasi Agustus 2014 : Rp. 2.277.000
4 . Laporan Donasi Sep-Nop. 2014 : Rp. 243.000
5 . RTC NTB Goes To School : Rp. 70.000.000
6 . RTC kenclengan GSP Wilayah : Rp. 80.000.000
7 . RTC di Bima Syeikh Mousa : Rp. 33.115.000
8 . Donasi Tunai saat Konser Amal : Rp. 36.235.000
9 . H. Arahman H. Abidin, SE : Rp. 15.000.000
10 . Hj.Badrah H.Arahman sekeluarga : Rp. 50.000.000
11 . dr. Hj. Early, MPH : Rp. 10.000.000
12 . Sentral Muslim Bima (Bpk. Hadi) : Rp. 10.400.000
13 . Ida Royani : Rp. 1.000.000
14 . Riskul Chairul Alam : Rp. 1.000.000
15 . Selfie H. Qurais : Rp. 5.000.000
16 . Gifar Chairul Alam : Rp. 1.000.000
17 . Rita Rahmawati : Rp. 1.000.000
18 . Rina Mariana : Rp. 1.000.000
19 . Chairul Alam : Rp. 1.000.000
20 . BSMI Kota Bima : Rp. 2.250.000
21 . Sukarno : Rp. 1.000.000
22 . Ida Royani : Rp. 2.500.000
23 . Sulistianto : Rp. 2.000.000
24 . Hamba Alloh : Rp. 1.000.000
25 . Hamba Alloh : Rp. 500.000
26 . Tiket VIP Konser Amal : Rp. 10.000.000
27 . XL Center : Rp. 1.140.000
28 . Iskandar : Rp. 1.000.000
29 . Hamba Alloh/Sessi Opick : Rp. 900.000
30 . Murafah : Rp. 500.000
31 . Ayanis : Rp. 1.000.000
32 . Hamba Alloh : Rp. 500.000
33 . Hamba Alloh : Rp. 500.000
34 . Amir : Rp. 500.000
35 . Anak-anak Elfariha : Rp. 2.000.000
36 . Hamba Alloh : Rp. 100.000
37 . Hamba Alloh : Rp. 200.000
38 . Hamba Alloh : Rp. 1.000.000
39 . Hamba Alloh/Sessi Opick : Rp. 853.000
40 . Pimpinan Muhammadiyah : Rp. 3.028.000
41 . Hamba Alloh : Rp. 4.484.000
42 . Fatin Nabila Putri : Rp. 1.000.000
43 . Donasi Tunai saat Malam Amal : Rp. 65.407.000
44 . Abdul Farid : Rp. 1.000.000
45 . Hajairin : Rp. 1.000.000
46 . Abdul Wahab : Rp. 1.000.000
47 . H. Zas'ari Zainuddin, SE.CRBD : Rp. 1.000.000
48 . H. Fahruddin : Rp. 1.000.000
49 . Siti Nurbahjah : Rp. 1.000.000
50 . St. Zainab : Rp. 2.000.000
51 . H. Azhari : Rp. 1.000.000
52 . Nur Mayangsari : Rp. 1.000.000
53 . Zainal Arifin : Rp. 2.000.000
54 . Karyawan BNI Cabang Bima : Rp. 5.000.000
55 . drg. H. Ihsan, MPH : Rp. 15.000.000
56 . Iin Suprihatin : Rp. 1.000.000
57 . Yusuf, SE, AK : Rp. 1.000.000
58 . Nurjannah : Rp. 1.000.000
59 . Tansir : Rp. 1.000.000
60 . Suhadah : Rp. 1.000.000
61 . H. Alwi : Rp. 1.000.000
62 . H. Supratman : Rp. 1.000.000
63 . Arifuddin : Rp. 1.000.000
64 . Ir. Syarifuddin : Rp. 1.000.000
65 . At Takwa : Rp. 1.000.000
66 . Hj. Niswati : Rp. 1.000.000
67 . Aminurlah : Rp. 1.000.000
68 . Nasrullah : Rp. 1.000.000
69 . Nurdarma : Rp. 1.000.000
70 . Mulyati : Rp. 1.000.000
71 . AM. Risyad Mulki : Rp. 1.000.000
72 . Hamba Allah : Rp. 1.000.000
73 . Mariama : Rp. 1.000.000
74 . Sri Kartika Sari : Rp. 1.000.000
75 . dr. Hj. Early, MPH : Rp. 5.000.000
76 . Yuyun Wahyuni : Rp. 1.500.000
77 . Bambang : Rp. 1.000.000
78 . Hj. Ratnawati : Rp. 1.000.000
79 . Dian : Rp. 2.500.000
80 . Kisman : Rp. 1.000.000
81 . H. Ahmad : Rp. 1.000.000
82 . Amirudin : Rp. 1.000.000
83 . H. Ramli Hakim : Rp. 1.000.000
84 . Zainudin : Rp. 1.000.000
85 . Istri Wakil Ketua II DPRD Kota : Rp. 2.000.000
86 . Halimah : Rp. 1.000.000
87 . Indrajaya : Rp. 2.500.000
88 . Walikota (H. Qurais H. Abidin) : Rp. 20.000.000
89 . Bupati (Drs. H. Syafrudin, M.Pd) : Rp. 10.000.000
90 . Jupriadin : Rp. 1.000.000
91 . Sentral Muslim Bima (Bpk. Hadi) : Rp. 2.763.000
92 . drg. H. Ihsan, MPH : Rp. 750.000
93 . Hotel Mutmainah : Rp. 2.000.000
94 . HP Nokia : Rp. 500.000
95 . Hamba Allah : Rp. 1.000.000
96 . Jam Tangan Ekspedition : Rp. 1.000.000
97 . HP Blackberry Curve : Rp. 1.000.000
98 . Salmah : Rp. 1.000.000
99 . Hamba Allah : Rp. 1.000.000
100 . El-Fariha : Rp. 675.500
101 . Hamba Allah : Rp. 1.000.000