BERITA TERKINI :
Home » » Pemuda Indonesia Kutuk Serangan Israel

Pemuda Indonesia Kutuk Serangan Israel

 




“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” -Pembukaan UUD 1945-

Kelahiran Indonesia tak bisa dilepaskan dari semangat anti penjajahan. Perjuangan selama ratusan tahun bangsa ini adalah untuk mengusir penjajah dari bumi pertiwi dan membawa kemerdekaan dan kedaulatan di tanah air. Hal tersebut pun telah ditegaskan dalam salah satu alinea Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. 

Oleh karena itulah, sepanjang sejarah perjalanan bangsa ini, Indonesia selalu menjadi negara yang mendukung setiap perjuangan kemerdekaan segenap bangsa di dunia. Selain itu, Indonesia juga menjadi inspirator bagi negara-negara lain untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Hingga detik ini di belahan dunia lain, yaitu di Palestina, penjajahan masih berlangsung. Perjuangan rakyat Palestina untuk kemerdekaan sampai saat ini belum menemukan ujungnya. Israel masih menduduki wilayah Palestina dan semakin gencar melakukan invasi. Israel dengan kekuatan militernya telah membombardir rakyat Palestina dengan roket dan serangan udara lainnya. 

Invasi Israel adalah pelanggaran HAM berat sekaligus kejahatan kemanusiaan yang luar biasa. Namun kejahatan yang nyata ini seakan tak dilihat oleh dunia internasional. Banyak negara menutup mata dan memilih diam menyaksikan pembantaian warga Palestina oleh tentara Israel. 

Hingga saat ini, seperti dilansir dari laman Vivanews, Serangan roket Israel ke Gaza mengintai nyawa anak-anak kecil yang tidak berdosa. Terkadang, dengan bermandikan debu reruntuhan, anak-anak yang tidak mengerti apa-apa ini harus berlarian menghindari hantaman bom laknat zionis, menghancurkan rumah dan membunuh kawan-kawan mereka.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza yang dikutip The Guardian, total korban tewas per Kamis 10 Juli 2014 adalah 77 orang, belasan di antaranya anak-anak. Korban termuda diketahui baru berusia 18 bulan. Kamis kemarin, serangan udara Israel menewaskan sedikitnya menewaskan lima anak.

Korban jiwa termasuk di dalamnya adalah korban anak-anak, dan perempuan bahkan balita adalah sebuah kejahatan perang. Bisa dibilang tentara Israel telah melakukan genosida terhadap rakyat Palestina. Selain itu, serangan Israel juga mengakibatkan ribuan rumah rumah warga sipil dan infrastruktur rusak parah.

Maka Indonesia sebagai negara yang lahir dari semangat anti penjajahan sudah sepantasnya untuk menentukan sikap. Indonesia tidak bisa menutup mata atas peristiwa kemanusiaan yang terjadi di Palestina. 

Oleh karena itulah, pemuda Indonesia sudah selayaknya menyatakan sikap mengecam dan mengutuk keras invasi tentara Israel terhadap Palestina. Selain itu, Israel harus bertanggungjawab atas kematian rakyat Palestina. 

Kami menuntut organisasi internasional, seperti PBB dan OKI, untuk mengambil langkah cepat untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Organisasi internasional harus mengecam invasi Israel dan melakukan segala upaya agar korban tak semakin banyak jatuh korban. Selain itu, kami menuntut dunia internasional untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan mengusir Israel dari tanah Palestina. 

Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk turut mengecam invasi Israel ke Palestina dan mendorong pemerintah mengambil langkah taktis untuk membantu tercapainya kemerdekaan Palestina. 

Kami juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk turut peduli, mendoakan dan berpatisipasi dalam menggalang dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Rakyat Indonesia harus menjunjung tinggi amanat konstitusi yang menyatakan untuk menghapuskan penjajahan di atas dunia. 

Ahmad Sumiyanto,
Ketua Bidang Generasi Muda dan Profesi (GMPRO) DPP PKS
Bagi Artikel ini :

0 Komentar:

Sampaikan komentar anda

Untuk perbaikan kami... !

 
Supported by : KNRP Kota Bima | Divisi Media dan Humas
Hak Cipta © 2013-2014 KNRP│Kota Bima Online - All Rights Reserved
Web prepared by abujadidbima Published by Divisi Media dan Humas
Proudly developed by abujadidbima