BERITA TERKINI :
Home » » Arah Politik Dan Militer Zionis Hadapi Hamas

Arah Politik Dan Militer Zionis Hadapi Hamas



Nazaret-Pusat Informasi Palestina: Para pengamat zionis mengatakan, hubungan antara Hamas dan Mesir masih belum harmonis, Hamas perlu berkomunikasi aktif untuk mencapai kesepahaman dengan Mesir. Setelah Hamas mengalami kesulitan besar selama beberapa bulan terakhir disebabkan penutupan perlintasan Rafah oleh pihak Mesir, dan gempuran terowongan oleh militer Mesir. Oleh karena itu, Mesir bukan wasit yang netral, namun justru berupaya menjatuhkan kekuasaan Hamas di Gaza.

Pengamat zionis juga menyebutkan, biaya perang yang harus ditanggung Hamas sangatlah besar, terjadi kehancuran luas di Gaza, infrastruktur rusak yang berdampak pada kehidupan warga Gaza. Menghambat pelayanan kesehatan, air, irigasi dan kebersihan, serta tempat tinggal dan sektor pendidikan.

Perang telah menghancurkan sekitar 18000 rumah, ratusan ribu orang tak memiliki tempat berteduh. Di samping pertahanan militer Hamas yang mengalami kerugian dua pertiganya, separuhnya infrastruktur produksi senjata. Prediksi menyebutkan pembuatan senjata menjadi tantangan tersulit bagi Hamas untuk saat ini. Di tengah upaya Mesir yang memperketat pengawasan di perbatasan dengan Gaza, dan mempersempit gerak di terowongan.

Semua ini membuat kekuatan Hamas berada dalam kondisi tersulit. Karena itu Hamas setuju mengurangi kendalinya di Gaza dengan menyerahkan pemerintahan kepada pemerintahan persatuan Palestina, termasuk urusan gaji diserahkan kepada pemerintahan baru ini. Sehingga otoritas Palestina bisa menggalang dukungan dana untuk rekonstruksi Gaza, dengan ini Hamas sukses melewati ujian, dan menyelamatkan diri, termasuk menerima syarat Mesir untuk melakukan normalisasi perbatasan antara Gaza dan Mesir, mengembalikan kekuatan militer kepada otoritas Palestina, semua ini bisa melemahkan kendali politik Hamas di Gaza. Namun untuk melepaskan semua kendali atas Gaza, akan menghadapi tantangan politik termasuk potensi perbedaan di barisan internal Hamas.

Pengamat zionis menyebutkan, saat ini Hamas perlu menyeimbangkan diri, antara kepentingan eksternal bekerjasama dengan Mesir, dan internal dengan brigade al Qassam terkait eksistensi perlawanan dan melindungi persenjataannya.

Kondisi yang dihadapi Hamas ini memungkinkan Israel dan internasional menggunakan politik untuk memperkuat tekanan dalam kesepakatan gencatan senjata. Pihak internasional pasti berkontribusi dengan meringankan belenggu pada Gaza, dan menetapkan syarat internasional untuk rekonstruksi di Gaza, melalui otoritas dan pemerintahan persatuan, mengokohkan perekonomian Gaza, dan menguatkan pemerintahan persatuan, dan di sisi lain melemahkan Hamas secara tidak langsung.

Pendekatan ini lebih utama untuk menekan Hamas, melalui seruan perlucutan senjata, dan jika tidak berhasil maka kemungkinan diambil opsi berikutnya yaitu perang baru. (qm/infopalestina.com)

Bagi Artikel ini :

0 Komentar:

Sampaikan komentar anda

Untuk perbaikan kami... !

 
Supported by : KNRP Kota Bima | Divisi Media dan Humas
Hak Cipta © 2013-2014 KNRP│Kota Bima Online - All Rights Reserved
Web prepared by abujadidbima Published by Divisi Media dan Humas
Proudly developed by abujadidbima