BERITA TERKINI :
Home » » Bagaimana Bisa Bebaskan Al-Aqsha Sementara Kita Tak Peduli

Bagaimana Bisa Bebaskan Al-Aqsha Sementara Kita Tak Peduli




Israel menghalangi kaum muslimin memasuki Al-Aqsha selama satu hari setengah. Tapi mereka membukanya untuk ratusan pemukim yahudi, sejak Rabu pagi kemarin. Artinya secara nyata mereka telah membagi Al-Aqsha ini untuk kaum muslimin dan kaum Yahudi, ditengah penolakan bangsa Arab dan Islam namun sangat pelit, walau hanya dengan kecaman atau perhatian dari sisi media sekalipun.

Sementara itu, warga Al-Quds telah bersiap-siap menyambut serbuan kaum Yahudi menjelang perayaan hari besar besar mereka. Diantara mereka ada yang telah berada di sana beberapa hari sebelumnya. Ada juga yang berkumpul di sekitar Al-Aqsha bagi mereka yang tak dapat memasukinya. Mereka tidak rido rencana Zionis melenggang begitu saja. Mereka juga telah menyiapkan bebatuan, bom molotov serta gempuran dari para jama’ah masjid, agar langkah yahudisasi Al-Aqsha tidak melenggang begitu saja dengan mudah, walau dengan segala keterbatasan.
Kita saat ini berada dalam pemandangan ganda paradoksial. Ummat Islam yang tidak peduli dengan nasib salah satu tempat suci mereka ditengah perayaan hari raya mereka dengan kelompok kaum muslimin dari kalangan warga Al-Quds yang berusaha semaksimal mungkin mempertahankan Al-Aqsha, walau dengan minimnya fasilitas dan kelemahan mereka.
Pemandangan ini, menurut pendapatku adalah pemahaman kegagalan yang mungkin menghinggapi sebagian besar kaum muslimin saat ini. Bahkan mereka mengecam warga Al-Quds yang melempari para serdadu Zionis dengan batu atau molotov. Mereka mengecamnya atas pandangan mereka, sambil memegang bendera masing-masing dengan alasan, aksi tersebut akan memberikan alasan bagi Zionis untuk melakukan kejahatanya.
Selama rentang waktu lalu, memang ada kedamaian semu. Namun Israel hampir tiap hari masuk Al-Aqsha bersama puluhan pemukim dan dengan alasan resmi bahwa di sana ada bukit Haikal yang bukan Masjid Al-Aqsha. Pertanyaanya bagaimana mencabut alasan ini dari mereka.
Di sana ada respon yang cukup untuk menghabisi alasan ini, ketika bebatuan dan bom molotov keluar dari warga seraya mengatakan, kalian bangsa asing yang telah merampas kami. Tak ada tempat bagi kailian di sini, hingga mereka yakin bahwa Al-Aqsha mempunyai ummat yang senantiasa menjaganya.
Israel belum membuka masjid Al-Aqsha bagi kaum muslimin, setelah terjadinya bentrokan dengan mereka. Inilah kami ketengahkan untuk mengetahui dimana kita harus bersikap dan untuk meluruskan pemahaman serta mengembalikan hak-hak serta kekalahan ini di masa-masa kezaliman.
Sementara itu, bagi kaum muslimin yang senantiasa membela Al-Aqsha sebagai hak ummat Islam dan Arab, cukup mendo’akan mereka dalam pertempuranya, secara politik, media dan secara nyata, tidak hanya cukup dengan memberikan sumbangan saja. Karena Israel telah membuat hambatan hakiki yang tidak mungkin dihindari tanpa memanfaatkan sedikit darinya.
Masjid Al-Aqsha wajib menjadi perhatian bagi setiap kaum muslimin. Siapa saja yang tidak mengambil tanggung jawab ini, maka ia berdosa. Dan alangkah sayangnya, bahkan ditingkat pemahaman saja masih saja ada ketidak pedulian akut. Kita malah lebih peduli kepada peristiwa larangan para pedagang memasuki Al-Quds, di Perancis misalnya. Sementara ratusan kaum muslimin dan dan muslimin setiap hari dilarang memasuki Masjid Al-Aqsha, bahkan kita tak memperdulikanya. (asy/Infopalestina.com)
Bagi Artikel ini :

0 Komentar:

Sampaikan komentar anda

Untuk perbaikan kami... !

 
Supported by : KNRP Kota Bima | Divisi Media dan Humas
Hak Cipta © 2013-2014 KNRP│Kota Bima Online - All Rights Reserved
Web prepared by abujadidbima Published by Divisi Media dan Humas
Proudly developed by abujadidbima