BERITA TERKINI :
Home » » Negara Palestina dan Pengakuan Simbolik

Negara Palestina dan Pengakuan Simbolik



 
Khairi Mansour
Sejumlah pengakuan negara-negara Eropa terhadap negara Palestina di antaranya simbolis seperti pengakuan parlemen Perancis, sebagian politis dan moral seperti yang terjadi dengan pengakuan Swedia dan Inggris.
“Keragu-raguan” dan “pengakuan yang dicicil” terhadap negara Palestina agaknya dipengarugi oleh dua sebab langsung; pertama, pengaruh gerakan zionisme di barat dan tekanan lobi Yahudi baik melalui “pemerasan konsep Holocoust atau melalui media atau melalui ekonomi. Kedua, karena pengakuan politik penuh terhadap Palestina akan menelan biaya besar.
Negara yang berani mengambil langkah mengakui Palestina baik karena malu atau karena berani memperingatkan opini public tentang tindakan kejahatan pemerintah penjajah terhadap bangsa terkucil Palestina. Para akademisi, mulai dari Inggris menyatakan boikot terhadap Israel  dan pergurun-perguruan tingginya. Ada ilmuwan dan aktifis yang digerakkan oleh motivasi moral untuk meralat sikap-sikap pro Israel  yang dipolitisir lewat media massa dan pembohongan publik. Selama enam dekade, Zionis memeras Eropa atas nama Holocoust dan intimifasi dengan tudingan anti Semit.
Faktanya memang sejumlah kolumnis dan seniman diperas oleh Zionis. Di antara mereka seniman Marlon Brando yang mengungkap peran Zionis secara materi dan budaya dalam film Holywood dan menolak piala Oscar dengan mengatakan, dirinya menolak piala sebagai pembelaan atas kehormatan yang tersisa di planet bumi ini.
Kecepatan pemecah rekor negara-negara dunia dalam mengakui Israel sesaat dideklarasikan berdiri, mulai dari Washington hingga Moskow, tiba-tiba berubah lambat seperti buaya ketika terkait dengan pengakuan terhadap Palestina. Tentu ini bukan teka-teki yang perlu dijawab kenapa.
Kebenaran dan hak itu tidak bisa berkibat tinggi sendiri bila ia memang terisolasi. Membutuhkan pembela dan penuntut untuk mengembalikannya agar berubah menjadi “status quo” baru. Kalau bangsa Arab mau serius membela sejak awal hak mereka dan Palestina direbut paksa penjajah, mungkin dunia tidak akan meremehkan hak mereka saat ini sedemikian parahnya. Di masa selanjutnya, pengakuan terhadap Palestina akan mengalami kenaikan. (at/infopalestina.com/dostourJordania)
Bagi Artikel ini :

0 Komentar:

Sampaikan komentar anda

Untuk perbaikan kami... !

 
Supported by : KNRP Kota Bima | Divisi Media dan Humas
Hak Cipta © 2013-2014 KNRP│Kota Bima Online - All Rights Reserved
Web prepared by abujadidbima Published by Divisi Media dan Humas
Proudly developed by abujadidbima