BERITA TERKINI :
Home » » Parlemen Australia Minta Pemerintahnya Akui Palestina

Parlemen Australia Minta Pemerintahnya Akui Palestina

 


Sidney – Infopalestina: Koran Guardian Inggris terbitan Australia mengungkapkan, pemerintah Asutralia memberikan lampu hijau atas tuntutan dua partai utama di negeri tersebut yaitu partai Buruh dan Liberal agar  pemeritahnya memberika pengakuan terhadap negara Palestina.
Dalam laporan di situs elektroniknya yang melansir kelompok “Sahabat Palestina” menyebutkan, pengakuan internasional terhadap negara Palestina adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri kebekuan dan menciptakan perdamaian di kawasan Timteng.
Dalam kaitan ini, Maria Famfakino salah seorang anggota parlemem dari fraksi Buruh mengusulkan agar parlemenya meminta pemerintahnya mendukung Otoritas Palestina. Ia menegaskan, Australia layak mengakui Palestina sebagai negara merdeka untuk mempermudah terlaksananya perdamaian dunia.
Famfakino menambahlan, kami sangat perlu pengakuan dan memahami tentang kemungkinan sampainya pada solusi dua negara. Tidak ada pilihan kecuali sangat sedikit. Kita berada dalam peta jalan damai yang tidak mendatangkan hasil yang diharapkan. Karena tidak ada perdamaian dari kita sama sekali. Ia juga menegaskan bahwa usulannya ini telah mendapatkan dukungan dari kedua partai.
Sementara itu, Craig Londe, salah seorang anggota partai Buruh mengatakan, rakyat Palestina sepanjang masa sebelumnya sekitar lebih dari 60 tahun yang lalu, tidak mendapatkan perlakuan adil. “Bayangkan kalian pulang ke rumah kalian siang ini, kamudian kalian membuka pintu rumah kalian dengan kunci milik kalian, ternyata tidak sesuai. Kamudian anda mengetuk pintu tersebut dan ternyata di dalamnya ada orang yang kalian tidak kenal sudah mendiami rumah kalian. Inilah yang terjadi saat ini di Palestina. Sudah beberapa dekade bangsa Palestina terlunta-lunta di negeri orang. Mereka terusir dari negeranya, dibunu dan ditangkap karena identitas mereka.
Londe kemudian menuding orang-orang yang menduing sejumlah kelompok loby melakukan tekanan. Ia mengatakan, tidak layak terpengaruh dengan masalah-masalah yang didiskusikan di ruang loby. Seharusnya kita terpengaruh dengan yang benar. Kemudian ia mengakhiri pembicaranya, bahwa ia sedang melakukan pembicaraan dengan kedubes Zionis untuk mendapatkan tanggapan atas usulanya tersebut.
Perlu disebutkan, parlemen Spanyol pada 18 Nopember lalu telah mengakui kemerdekaan Palestina atas usulan dari parlemenya melalui votting yang mendapatkan suara terbanyak dari partai sosiasli buruh sepanyol. (asy/Infopalestina.com)
Bagi Artikel ini :

0 Komentar:

Sampaikan komentar anda

Untuk perbaikan kami... !

 
Supported by : KNRP Kota Bima | Divisi Media dan Humas
Hak Cipta © 2013-2014 KNRP│Kota Bima Online - All Rights Reserved
Web prepared by abujadidbima Published by Divisi Media dan Humas
Proudly developed by abujadidbima