BERITA TERKINI :
Home » » Partai-partai Zionis Bermain di Atas Ketegangan “Hak Yahudi di al Aqsha” untuk Kemenangan di Knesset

Partai-partai Zionis Bermain di Atas Ketegangan “Hak Yahudi di al Aqsha” untuk Kemenangan di Knesset




 
Jerusalem – Pusat Informasi Palestina: Organisasi-organisi Zionis yang ingin membangun sinagog Yahudi di masjid al Aqsha tidak kehabisan upaya dan menggunakannya untuk membangun sinagog dan melaksanakan hak ibadah Yahudi di masjid al Aqsha. Hal itu dilakukan dengan memanfaatkan ketegangan pemilu dan pertarungan para pemimpin partai Zionis yang ikut dalam kompetisi pemilu Knesset.
Yayasan Wakaf al Aqsha mengatakan dalam pernyataan pers hari Senin (26/1) kemarin, sebagai langkah baru organisasi-organisasi Yahudi yang memperjuangan pembangunan sinagog di atas masjid al Aqsha melakukan kuisioner mencakup semua partai Zionis dengan berbagai orientasi politiknya, berisi empat pertanyaan:
1. Apakah ada kemungkinan dibangunan jembatan di kampung barat masjid al Aqsha (al Magharibah) tanpa persetujuan Yordania?
2. Apakah Anda mendukung kemungkinan pengibaran bendera Zionis di “Temple Mount” (penamanan batil untuk masjid al Aqsha)?
3. Apakah di antara agenda partai Anda mendukung kebebasan beribadah untuk semua agama termasuk Yahudi di “Temple Mount”? Apakah ada upaya dari pihak Anda untuk mengusulkan itu setelah pemilu?
4. Apakah partai Anda mendukung memasukkan “Temple Mount” ke daftar tempat-tempat suci khusus untuk Yahudi?
Berikut jawaban sejumlah partai Zionis atas kuisioner tersebut.
Partai Rumah Yahudi yang dipimpin Nevtali Benet. Menjawab kuisioner tersebut partai ini mengatakan bahwa “Temple Mount” adalah tempat paling suci bagi orang Yahudi dunia. Adalah hak mereka untuk beribadah di dalamnya tanpa rasisme dan diskriminasi.
Partai ini juga mengatakan bahwa partainya tidak akan meremehkan dalam pemberian izin bagi orang Yahudi beribadah di masjid al Aqsha dan akan berusaha sungguh-sungguh untuk merealisasikan hal itu dengan bijak dengan memperhatikan sensitivitas masalah ini, demikian menurut klaim partai Rumah Yahudi.
Partai “Kuluna” (Kita Semua) yang dipimpin Moshe Khalon. Partai ini mengatakan, “Secara mutlak partai kami mendukung penyatuan kota Jerusalem dalam setiap perjanjian politik di masa yang akan datang. Kota Tua (Baldah Qadimah) di Jerusalem semuanya di bawah kedaulatan Zionis dan mengikuti bangsa Yahudi secara politik dan sejarah.”
Partai ini juga mengatakan, “Kami meyakini kemungkinan diperbolehkan pemberlakuan kebebasan beribadah di tempat-tempat suci bagi semua agama.”
Partai Kiri Meretz. Wakil dari kelompok kiri Zionis ini mengatakan bahwa setiap perubahan yang terjadi pada “status quo” di masjid al Aqsha harus sesuai dengan perjanjian politik di masa yang akan datang. Partai ini menyatakan bawah partainya mendukung hak Yahudi untuk beribadah di “Temple Mount”.
Partai United Torah Judaism. Partai agama ini mengatakan bahwa “Temple Mount” satu di antara tempat-tempat paling suci bagi bangsa Yahudi. Namun untuk naik ke sana dan ibadah di dalamnya, orang Yahudi terikat dengan fatwa para rabi yang melarang hal itu, paling tidak untuk saat ini.
Pertanyaan yang bisa diterima oleh mayoritas partai-partai Zionis yang nampak jelas adalah bahwa Knesset dan pemerintah Zionis meyakini hak Yahudi untuk beribadah di masjid al Aqsha. Hal ini dengan sendirinya akan membuat kiblat pertama umat Islam ini masuk ke dalam eskalasi konflik agama. (asw/infopalestina.com)
Bagi Artikel ini :

0 Komentar:

Sampaikan komentar anda

Untuk perbaikan kami... !

 
Supported by : KNRP Kota Bima | Divisi Media dan Humas
Hak Cipta © 2013-2014 KNRP│Kota Bima Online - All Rights Reserved
Web prepared by abujadidbima Published by Divisi Media dan Humas
Proudly developed by abujadidbima