BERITA TERKINI :
Home » » 100 Juta Dolar Saja Wahai Arab, Untuk Selamatkan 700 Sekolah Palestina

100 Juta Dolar Saja Wahai Arab, Untuk Selamatkan 700 Sekolah Palestina





Samir Hijawi
Wahai bangsa Arab, kebaikan milik Allah dan akan dibalas oleh-Nya. Kebaikan sedikit akan menghalangi bala dan bencana yang banyak. Saya ingin berteriak sekeras-keras suaranya saya untuk meminta kepada bangsa Arab agar mereka mempersembahkan sebagian harta benda mereka untuk kepentingan akhirat mereka. Semuanya ada balasan pahalanya. Semua yang saya minta 100 juta dolar untuk menyelamatkan pelajar-pelajar Palestina yang akan memulai tahun ajaran baru.
Ini tidak bercanda. Ini sangat serius. Pasalnya, Badan Bantuan dan Pemberdayaan Pengungsi Palestina milik PBB (UNRWA) sudah menyatakan pihaknya tidak menjamin setengah juta pelajar Palestina bisa kembali ke sekolah-sekolah mereka karena kekurangan dana. Selama ini UNRWA lah yang menjamin mereka. Lembaga PBB ini bisa terpaksa menutup 700 sekolah di Yordania, Suriah, Libanon, Tepi Barat dan Jalur Gaza karena mengalami deficit senilai 101 juta tahun ini.
Di depan DK PBB bulan lalu, koordinasi khusus untuk urusan proses perundingan di Timur Tengah Nicola Meladinuv menegaskan bahwa UNRWA mengalami krisis dana yang belum terjadi sebelumnya. Jika tidak diatasi krisis ini maka sekolah-sekolah akan ditutup dan tahun ajaran akan ditunda. Ini semua tergantung dengan kucuran dana.
Rezim-rezim Arab membelajakan untuk kepentingan militer sebesar 100 milyar dolar setiap tahunnya. Mereka membeli senjata tanpa dihitung meskipun mereka tidak memerangi siapapun. Namun jika perang mereka kalah. Selama dua abas 20-21 militer Arab tidak pernah mencatat kemenangan. Rezim-rezim Arab menganggarkan 10 kali lipat lebih banyak dari anggaran entitas zionis Israel untuk bidang militer yang hanya 10 milyar setahun. Namun Israel mampu mengungguli Arab.
Bangsa Palestina saat ini minta 100 juta dolar saja dari 100 milyar itu, atau 1 banding 1000 saja untuk menyelamatkan masa depan 500 ribu pelajar Palestina dan mencegah penutupan 700 sekolah. Ini nominal kecil dibanding ratusan milyar dibanding bantuan Arab kepada Amerika “miskin” di New Orleanz atau menyelamatkan kebun binatang di London yang sudah diselamatkan dengan dana dari Arab.
Rezim-rezim Arab jangan berkolaborasi dengan Amerika, Rusia, Eripa dalam menciptakan derita bagi Palestina. seharusnya mereka tidak menghindar dari hak bangsa Palestina. Minimal memelihara sekolah-sekolah Palestina tetap terbuka. Ilmu dan pengajaran menjadi senjata satu-satunya yang dimiliki bangsa Palestina.
Di Jalur Gaza ada 225 ribu anak-anak di lebih dari 200 sekolah milik UNRWA. Mereka sedang kesulitan karena perang yang pernah digelar Israel selama tiga kali selama 7 tahun terakhir. Di Suriah dan Libanon pelajar Palestina mengalami derita memilukan. Sebab tingkat buta huruf di kalangan warga Palestina di Libanon mencapai 25% dan 9% dari anak Palestina di Libanon tidak sekolah. Ini artinya, bencana pendidikan sedang mengancam bangsa Palestina. saya tidak minta Mahmoud Abbas untuk bergerak, sebab mereka sibuk dengan koordinasi keamanan dengan Israel.
Jika sekolah-sekolah UNRWA yang menampung anak-anak Palestina itu ditutup, itu artinya membuang 1 juta anak Palestina di ke jalan-jalan. Dan ini salah satu bentuk menghabisi Palestina, salah satu bentuk genosida. Dunia Arab terutama harus bertanggungjawab. (AsyrqQatar/at/infopalestina.com)
Bagi Artikel ini :

0 Komentar:

Sampaikan komentar anda

Untuk perbaikan kami... !

 
Supported by : KNRP Kota Bima | Divisi Media dan Humas
Hak Cipta © 2013-2014 KNRP│Kota Bima Online - All Rights Reserved
Web prepared by abujadidbima Published by Divisi Media dan Humas
Proudly developed by abujadidbima