BERITA TERKINI :
Home » » Siapa Yang Membakar Bayi Ali Dawabishah?

Siapa Yang Membakar Bayi Ali Dawabishah?



Rumah keluarga Dawabishah yang dibakar wrga ekstrim Israel


Dr. Abdus Sattar Qasim
Hampir setiap hari belakangan ini pasti terjadi warga Palestina dibunuh oleh peluru Israel, serdadu atau warga pemukimnya. Itu pembunuhan warga Palestina di luar konfrontasi, batu dan baku tembak.
Tindakan serdadu Israel ini menikmati dalam membunuh Palestina. Pembunuhan itu terjadi di dalam rumah, di atas loteng rumah. Korban dari warga Palestina itu tidak memiliki niat untuk melawan atau menyerang atau konfrontasi dengan pasukan Israel. Dalam setiap kesempatan selalu ada pembenar bagi kejahatan pasukannya. Sudah begitu Israel berusaha membebaskan penjahat dari tanggungjawab hukum.
Pekan lalu, keluarga Dawabishah dihabisi dengan pembakaran di desa Doma dekat Nablus. Ali Dawabishah bayi masih menyusui (18 bulan) tewas terbakar. Dua orang tuanya dan saudaranya terluka parah. Mereka dirawat dengan biaya dari presiden Abbas secara pribadi.
Warga Palestina turun ke jalan menumpahkan amarah mereka atas kejahatan ini. Mereka meminta Israel bertanggungjawab karena negara penjajah ini yang mempersenjatai warga pemukim Yahudi untuk berbuat kejahatan dengan bebas di Tepi Barat.
Faksi Palestina dalam keterangannya meminta Israel mengekang warga pemukimnya. Ini pernyataan terlalu lunak sebenarnya. Penjajah Israel dalam pengertian sebenarnya adalah pihak penjahatnya dan tindakannya bertentangan dengan prinsip dasar HAM, piagam PBB, undang-undang internasional, dan moral. Penjajah selalu menempatkan nyawa manusia, aset mereka dalam bahaya. Penjajah adalah pihak represif dan brutal, demikian tegas faksi Palestina.
Menimpakan tanggungjawab kejahatan kepada penjajah Israel bukan usaha mendifinisikan penjajah dan moralitasnya. Ini tidak memberikan manfaat. Sebab pertanyaannya, jika penjajah Israel mengekang warga pemukim Yahudi yang ektrim, apakah kemudian kondisi ini bisa diterima?
Semua bangsa-bangsa yang berada dalam penjajahan sepanjang sejarah hanya bisa terbebas dengan tangan anak-anak bangsanya yang melawan penjajah dan mengusirnya. Sebagian pihak Palestina dan sebagian besar bangsa Arab berbicara saat ini soal tanggungjawab penjajah atas kejahatan mereka, namun mereka tidak pernah bicara soal rencana Palestina – Arab untuk menggertak dan mengusir penjajah.
Penjajah Israel tidak akan berhenti dari kejahatannya dengan kekuatan moral atau hukum. Mereka akan berhenti dengan kekuatan gertak dan senjata yang harus dibayar mahal. Palestina dan Arab tidak memiliki rencana jangka panjang menghadapi Israel. Sebagian besar mereka rela menjadi hidup di bawah penjajah.
Perlawanan di Tepi Barat hanya sifatnya individual. Israel tidak akan gentar dengan jenis perlawanan ini. Israel tahu hari ini Palestina murka karena bayi dibakar dan dibunuh. Namun Israel juga paham bahwa Palestina tidak memiliki kekuatan pendorong untuk melakukan aksi luas mengepung penjajah Israel dan memojokkannya. Ini terjadi karena runtuhnya budaya nasional dan merebaknya budaya konsumtif.
Apalagi perlawanan dilarang oleh Otoritas Palestina. kelompok pelawan Israel diuber Otoritas Palestina dengan koordinasi dengan Israel. bahkan kelompok perlawanan disiksa dan ditahan. Akhirnya Otoritas Palestina secara resmi jadi satpam Israel. semua pihak Arab yang ingin berunding dengan Israel harus mau dan menyepakati jadi satpam Israel.
Otoritas Palestina yang koordinasi keamanan dengan Israel melawan kelompok perlawanan Palestina, ternyata mereka juga mengecam kejahatan pembakaran bayi Dawabishah. Namun mereka besok masih koordinasi keamanan dengan Israel. Mereka tidak malu berbohong kepada warga.
Bahkan bukan hanya koordinasi keamanan, Otoritas Palestina juga membela warga pemukim yahudi dan melindunginya. Jika warga yahudi dilempar batu, maka keamanan Otoritas Palestina akan mengejar pelakunya dari warga Palestina dan menahannya.
Dulu warga Palestina di Tepi Barat berjalan bebas di jalan-jalan dan kawasan mana saja. Warga pemukim Yahudi dulu tidak bisa bebas bergerak di sana. Kini kondisi berubah. Yahudi bebas bergerak di jalan-jalan manapun tanpa ada yang membuat mereka gentar. Ini karena komitmen Otoritas Palestina menjaga dan melindungi warga Yahudi.
Undang-undang internasional adalah yang menciptakan entitas zionis Israel. undang-undang itu yang mengusir bangsa Palestina dan terus mengusir sampai sekarang di kamp-kamp pengungsi di berbagai negara.
Pejabat Palestina selalu bilang Israel melanggar undang-undang, tidak komitmen undang-undang. Ini benar. Israel melanggar semua legalitas dan undang-undang, agama, moral dan sejarah. Namun satu legalitas yang dipegang Israel dan dianggap paling penting adalah legalitas kekuatan.
Semua undang-undang dan nilai moral akan bertekuk lutut di hadapan orang kuat. Bukti tidak terhitung di dunia ini atas kebenaran teori ini. Mahkamah Pidana Internasional memutuskan bahwa tembok yang dibangun Israel di Palestina adalah ilegal. Tapi apa nyatanya. Tembok terus dibangun tanpa ada perlawanan.
Mungkin Israel akan sedikit terisolir dari dunia karena dikecam oleh pengadilan internasional. Namun itu tidak akan membebaskan Palestina juga tak akan mengembalikan pengungsi.
Bagi Artikel ini :

0 Komentar:

Sampaikan komentar anda

Untuk perbaikan kami... !

 
Supported by : KNRP Kota Bima | Divisi Media dan Humas
Hak Cipta © 2013-2014 KNRP│Kota Bima Online - All Rights Reserved
Web prepared by abujadidbima Published by Divisi Media dan Humas
Proudly developed by abujadidbima