BERITA TERKINI :
Home » » Skandal Dunia atas Keunggulan Yahudi

Skandal Dunia atas Keunggulan Yahudi





Khairi Mansour
Kemarin, seniman komedi Muhammad Shubhi dalam pentasnya dan parodinya mempertanyakan; kenapa Arab hanya diam atas apa yang terjadi di Palestina saat ini? Bagaimana Arab sama sekali tidak bergerak saat seorang bayi masih menyusui dibakar dan dibunuh? Apakah ratusan juta bangsa Arab semua berada dalam kuburan hidup?!
Keimanan paling lemah saat ini adalah “mempertanyakan” dan bukan “mempersoalkan secara hukum” sebab semua yang terjadi kini dinisbatkan kepada “wakil pelaku” dan pekerjaan (kata kerja) dibuat mabni majhul.
Pelaku pembakaran justru fotonya disebar di media massa dan jejaring social sedang bermain dengan anaknya untuk menggambarkan keangkuhan dan sekaligus kelebihannya atas korban serta superiornya di dunia tiada tanding. Korban kejahatan Israel dari anak-anak seperti Muhammad Durrah, Hidlr Adnan, Ali Dawabsheh dan Iman di tangah zionis tak pernah ada yang mau menyebut sebagai aksi aksi Holocoust.
Pertanyaan seniman Shubhi menyentil dan menyinggung kita semua. Dari yang memiliki hubungan saudara hingga keponakan. Ya kita semua, yang terkadang membelanjakan jutaan harta kita untuk pesta tanpa merasakan derita dan perasaan anak-anak seperi Khidr dan Ali. Kita baru merasa setelah jasad kita menjadi hancur. Sayang, panggilan nurani itu jarang didengar.
Siapapun yang tidak merasakan anaknya atau cucunya – pada saat Ali Dawabsheh – berubah menjadi hangus – maka dia tidak layak menjadi ayah atau kakek. Barangsiapa yang tidak merasakan terjilat api, maka ia sama saja dengan katak Australia yang hidup dalam air mendidih dan tidak merasakan tusukan pisau kecuali jika menyentuh pangkal tengkoraknya.
Bayi Ali Dawabsheh bisa jadi bukan syuhada terkecil di Palestina. Sebab ada janin-janin dalam kandungan yang gugur syahid bersama ibunya yang mengandung. Kasus syahidnya Ali ini menjadi skandal kita semua, skandal dunia, skandal kebangsaan karena menganggap zionis yahudi lebih unggul di atas dunia.
Ini hanya pertanyaan yang berlalu di jalan. Sampai nanti akan datang suatu hari “mempersoalkan” secara moral, agama, dan nasionalisme. Siapapun yang menyepelekan cucunya, maka cicit dan seterusnya akan dibuang. (DostourYordania/at/infopalestina.com)
Bagi Artikel ini :

0 Komentar:

Sampaikan komentar anda

Untuk perbaikan kami... !

 
Supported by : KNRP Kota Bima | Divisi Media dan Humas
Hak Cipta © 2013-2014 KNRP│Kota Bima Online - All Rights Reserved
Web prepared by abujadidbima Published by Divisi Media dan Humas
Proudly developed by abujadidbima