BERITA TERKINI :
Home » » Imam Masjid Al-Aqsa Ceritakan Detil Peristiwa Pembakaran Al-Aqsha 47 Tahun Silam

Imam Masjid Al-Aqsa Ceritakan Detil Peristiwa Pembakaran Al-Aqsha 47 Tahun Silam

WhatsApp-Image-20160615 (1)
Al-Quds – “Saat itu aku masih menggunakan pakaian yang masih penuh dengan asap dan debu akibat kebakaran yang menimpa al-Aqsha. Aku tidak dapat melupakan saat-saat yang memilukan. Aku menjadi saksi bagaimana lidah api membakar Masjid Al-Aqsha 47 tahun silam”, kenang Imam Masjid Al-Aqsa Ikrimah Shabri menceritakan peristiwa tak terlupakan tersebut.

“Allah menakdirkan saya termasuk salah satu dari jama’ah yang berupaya memadamkan kebakaran Masjid Al-Aqsha tahun 1969 lampau. Perlu saya sebutkan kebakaran tersebut pernah dan masih terjadi. Ini merupakan alarm bagi kaum muslimin bahwa Al-Aqsha masih dalam bahaya.”

Shabri mengatakan, sebagaimana yang lainya ia juga merasa terpukul dengan kejadian ini. Tinggal dekat dengan Masjid Al-Aqsha, saat  ia mendengar suara adzan dan ketika berita kebakaran masjid ini menyebar. Beberapa saat kemudian ratusan orang bersegera menuju Al-Aqsha dengan membawa air dan tanah untuk memadamkan api dan dengan berbagai alat sederhana untuk memadamkan kebakaran. Sebagian yang lainya bertakbir dan bertahlil dan yang lainya hanya bisa menangis.

Ikrimah Shabri yang saat itu menjabat sebagai kepala sekolah menengah Al-Aqsha menuturkan, saat Jemaah shalat selesai menunaikan shalat Shubuh dan dhuha di dalam Masjid Al-Aqsha. Mereka kembali ke rumahnya masing-masing. Namun sekitar jam 6:45 menit, Michael Denis Rohan kembali menyerang masjid, ditasnya berisi bahan-bahan peledak kemudian menuangkanya di sejumlah pelosok masjid Kiblati, sesaat sebelum lidah api menghabisi mimbar masjid.

Sekitar jam 7 kami kembali ke Masjid Al-Aqsha, kemudian membentuk rantai manusia untuk memindahkan tanah dan air untuk memadamkan air, selain untuk menjamin tidak terjadi lagi kebakaran. Ia menjelaskan, api menyala di bagian timur, atap kuno bagian lama yang terbuat dari kayu dan bambu sudah menyala dengan cepat. Adapun bagian barat, atapnya terbuat dari semen.
Pihak tentara Zionis mulai membuat opini umum dengan mengatakan, kebakaran akibat aliran listrik. Sebelumnya bahkan mereka menahan datangnya mobil pemadam kebakaran dari sejumlah kota di Tepi Barat. Upaya pemadaman api dilakukan dengan tangan hingga jam 12 siang. Kemudian datanglah mobil pemadam kebakaran dan meneruskanya hingga jam 4 sore. Sejumlah mobil pemadam kebakaran datang dari berbagai kota seperti Al-Quds. Al-Birah, Ramallah, Bet Jala, Betlehem, Bet Sahur dan Hebron.

Shabri menambahkan, kami sangat sedih dan dulu kami katakan, Al-Aqsha dalam bahaya dan hari ini kami katakan, Al-Aqsha dalam kondisi sangat berbahaya. Ini semua seharusnya tanggung jawab  Zionis dan pemerintahanya. Pihak gereja mendukung kelompok radikalis Zionis. Mereka minta agar Al-Aqsha dihancurkan dan segera dibangun kuil dibawah reruntuhanya.

Pada saat ini wajib hukumnya bagi kaum muslimin dan Arab untuk bekerja melindungi Masjid Al-Aqsha. Ia juga menyerukan Negara-negara Arab dan Islam menyatukan upayanya terhadap Al-Aqsha. Pemerintah Zionis telah merancanakan dan mengatur semua penodaan ini, dengan keputusan resmi dari pemerintah.

Disebutkan, Israel berani menganggu Masjid Al-Aqsha dan Al-Quds karena kondisi bangsa Arab dan Regional membantunya untuk merealisasikan rencananya tersebut, baik secara langsung maupun tidak. Pasukan Zionis berusaha menguasai Al-Aqsha dengan menghalangi jama’ah shalat dan para penjaganya memasuki masjid.

Shabri menegaskan, pentingnya mengikut sertakan warga AL-Quds dan wilayah jajahan dalam penjagaan masjid Al-Aqsha. Sementara dunia Arab dan Islam bertanggung jawab melindungi Al-Aqsha, bukan hanya bagi warga Al-Quds. (mk/knrp)
Sumber: infopalestina.com
Bagi Artikel ini :

0 Komentar:

Sampaikan komentar anda

Untuk perbaikan kami... !

 
Supported by : KNRP Kota Bima | Divisi Media dan Humas
Hak Cipta © 2013-2014 KNRP│Kota Bima Online - All Rights Reserved
Web prepared by abujadidbima Published by Divisi Media dan Humas
Proudly developed by abujadidbima