BERITA TERKINI :
Home » » Inilah Alasan Mengapa Harga Hewan Qurban di Palestina Lebih Tinggi

Inilah Alasan Mengapa Harga Hewan Qurban di Palestina Lebih Tinggi

Nablus – Keji dan kejam. Rasanya lengkap sudah kejahatan Penjajah israel dalam usaha menghabisi ketegaran warga Palestina di tanah air mereka. Beberapa tahun terakhir, penjajah israel menempuh politik penyitaan hewan ternak dan alat pertanian milik warga Palestina sebagai bentuk sanksi massal.

Untuk membebaskan kembali barang dan hewan ternak yang disita, pemerintah penjajah Penjajah israel menerapkan syarat yang tidak mungkin dipenuhi warga Palestina. Mereka membatasi waktu pengembalian dengan syarat dan jika melewati batas, hewan ternak dan alat itu akan dilelang di pasar.

Q4P20150928230556_AlQuds6

Kerugian Yang Besar

Wilayah Aghwar merupakan wilayah paling banyak dirugikan akibat politik rasis Penjajah israel ini. Ratusan binatang ternak dengan berbagai jenisnya dan alat pertanian disita. Peternak Palestina pun ditimpa kerugian besar.

Ketua Dewan Desa di Wadi Malih di wilayah Aghwar, Arif Daragimah yang menegaskan, pemerintah penjajah penjajah israel memulai politik keji ini sejak 4 tahun lalu. Terkadang penjajah israel beralasan ternak mereka masuk ke wilayah militer penjajah israel atau ke wilayah zona “hijau” yang biasa digunakan penjajah israel sebagai wilayah latihan militer.

Daragimah mengungkap, selama tiga tahun terakhir penjajah israel sudah menyita dan merampas 80 sapi, 25 keledai, dan 100 ekor kambing, 30 traktor pertanian, dan 11 kendaraan pengangkut di Desa Wadi Malih serta 30 pengakut air.


Denda Tinggi

Karena penjajah israel menerapkan denda tinggi agar barang-barang dan ternak yang disita dikembalikan, sebagian besar warga akhirnya tidak mau berusaha agar hak mereka kembali. Misalnya, denda mengembalikan keledai adalah 2000 shekel atau sekitar Rp 7 juta. Ini cukup tinggi bagi warga miskin.

Daragimah sendiri pernah menjadi korban. Sapinya disita penjajah israel dan dituntut pengadilan penjajah israel denda sebesar 4000 shekel atau sekitar Rp 14 juta, jika ingin mengembalikan. Warga yang sekampung tidak jauh beda. Pihak penjajah israel sering mengumumkan lelang binatang ternak atau alat pertanian.

Dan inilah salah satunya, yang menyebabkan hewan ternak untuk keperluan menjadi tinggi di tanah Palestina.

Q4P20150928230623_Gaza1

Otoritas Palestina Yang Abai

Sayangnya, menurut Daragimah, pihak Otoritas Palestina atau lembaga hukum tak pernah menempuh langkah hukum untuk menghentikan prosedur kejam penjajah israel ini dan mengembalikan hak warga Palestina yang terampas.

Muhammad Abu Awad, warga wilayah desa Wadi Malih misalnya, alat pengangkut air disita penjajah israel menyatakan, “Kami warga rugi besar namun tak ada yang membela kami. Kalau menempuh jalur hukum, kami harus membayar lawyer dan kemudian denda.”

Eyad Daragimah, warga kampung Der di Aghwar menyatakan, alat pengangkut air juga disita Penjajah israel. “Penjajah israel berusaha mengusir kami dari kampung kami dengan cara menyita ternak dan alat-alat pertanian kami agar kami gak betah di sini. Namun penjajah israel tak tahu betapa besar kecintaan kami kepada tanah air kami. Beberapa tahun lalu, penjajah israel mencuri kambing kami dan saudara kami. Kami tak bisa mengambil kembali karena dendanya tinggi.”

Q4P20150928232652_AlAquds1
Bagi Artikel ini :

0 Komentar:

Sampaikan komentar anda

Untuk perbaikan kami... !

 
Supported by : KNRP Kota Bima | Divisi Media dan Humas
Hak Cipta © 2013-2014 KNRP│Kota Bima Online - All Rights Reserved
Web prepared by abujadidbima Published by Divisi Media dan Humas
Proudly developed by abujadidbima